Tampilkan postingan dengan label kontemplasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kontemplasi. Tampilkan semua postingan

SI ORANG AWAM

Di indonesia itu...jenggot dan sarung punya arti lah

Yang berjenggot...celananya agak beda...yang bersarung kepalanya pasti ada tempelannya

Yang bersarung dengan yang sarungan, yang berjenggot dengan yang jenggotan

Yang bingung nonton di pinggiran, dibilang si oknum, dasar orang awam dasar orang abangan...

Jangan jangan gag pernah ikut kajian...jangan jangan kebanyakan pacaran

Kadang yang keliatan “modern”, katanya ih liberal...

Kadang yang keliatan “kampungan”, katanya uh Traditional...

...Uhuk uhuk...

Padahal...

Di pojokan sono, yang beda keyakinan lagi nampokin kampung2

Kagag sungkan nukerin “itu” ama mie and beras sekarung

Belon lagi entu para idung panjang yang suka ngatur negara orang

Masukan pemikiran yang jeleknya kagag kepampang

Quote-quote makin menjamur...hitam putih malah jadi Blur

“Dunia baru” tergarap lancar...debat si jenggot sarung pun semakin gencar

Sekali omong bicara larangan...curhat realitas dikit, eehh dibilang, bertobatlah kawan

Khukhu yaa pantesan...muda mudi buyar dah jadi kebiasaan

“OTODIDAK” jadi pilihan alternatif nyari “jalan kebenaran”

“Alhamdulillah” dunk kata si rambut kuning idung panjang!!

Ini waktunya nyuapin pemikiran, “gag usah pindah deh, asal cara pikir seperti ku kawan”

“gag usah murni dari gua deh...campuran gpp yang penting “dinasehatkan” ke orang2 ya kawan”

... DUNIA BARU pun AHLAN WA SAHLAN...

Saat ini aku berjalan diatas bangunan yang sedang runtuh....Berdiri diatas bangkai yang kian membusuk...hal yang biasa terjadi ketika kepala yang ada tak lagi bernafas bijaksana dan organ organ dalam kendalinya tak lagi menjalankan fungsinya...sementara mulut2 yang ada tak lagi sanggup bicara karena jahitan-jahitan malang melintang diatasnya...

Katakan bagaimana...karena ku tak tahu harus melakukan apa...namun ketahuliah wahai saudara...hati dan jiwa ini tak bisa diam saja...

Dendang melodi berdentang meniupkan kedamaiannya dalam belahan luka...mereka berkata bersabarlah...semua akan berlalu dan kau akan baik baik saja...jalani saja, maka waktu akan menampakkan wajah hikmahnya...sayup2 dalam lekukan mata yang tersembunyi dalam dada...kulihat penjajahan kebodohan yang begitu lama berkuasa...namun bagaimana bisa kita hanya diajari beradaptasi terhadap kejamnya siksa...

Luka menganga ini entah telah ada berapa tahun lamannya...semua orang melihatnya dengan nyata...namun benar mereka belum tahu bagaimana menutupnya...goresan goresan tinta ditaburkan dalam lipatan lipatan daun kering yang berserakan...selalu lebur sebelum ratusan mata membacanya...puisi dan kata dihamburkan disetiap lekukan cahaya yang mewujud dalam kedipan mata...namun tak banyak kata kecuali peremehan akan untaian impian besar didalamnya...

Kepala demi kepala berbenturan berebut harta yang menguatkan perasaan bangga...siapa pemenangnya...tak ragu mereka mengatakannya tanpa dengan melihat meski sekilas saja...perjuangan panjang meliputi segala kekurangan yang entah dari mana dulu kita menambalnya...atokah biarkan saja lantas kita berlari mencari sekoci tuk lintasi samudera sisanya...membiarkan semuanya tergeletak dan menyerahkannya pada generasi selanjutnya yang mau merubahnya...

Tangan yang mana...tangan siapa...tangan janin yang belum merobek dunia mayanya atokah tangan sang raja yang belum mempunyai kuasa...detik waktu menggugah khayalan...mungkin belang yang tertinggal ini bisa menjadi kekuatan...bukan saat ini atau tahun mendatang...maka kukecupkan mantra dan doa “bangkitlah manusia pilihan...”

Perjalanan singkat mengarungi belantara alam nyata mengajarkan kepada saya makna sederhana yang mungkin telah terlupa karena kerasnya hati akibat persembunyian diri yang begitu lama dibalik topeng kecerdasan intelektual dan ambisi akan sebuah perubahan... kecerdasan intelektual dan ambisi perubahan yang seringkali ditularkan setengah setengah...sarat akan rasional dan logika namun kering akan pemaknaan dalam Qalbu...

Kedewasaan...saat ini...simplenya adalah menjadi pribadi yang tidak seenaknya sendiri...

Ada aturan yang dibuat untuk ditaati...ada tuan rumah yang wajib dihormati...ada pendapat dan pemikiran seorang senior yang wajar untuk dihargai...ada gesture yang sebaiknya dihindari...ada canda tawa yang lebih bijak dikurangi...ada perbedaan yang indah untuk dimaklumi...banyak keganjilan yang tak butuh dicaci...banyak nasihat yang tak perlu diterima dengan rasa geli...

Berhenti bersembunyi dibalik kata-kata dan manipulasi...karena tak semua hal mampu diatasi dengan pesona logika dan kata2 yang terdeskripsi...meskipun untaian nada argumentasi mu adalah sebuah kejujuran yang bagimu merupakan kebenaran dalam hati...

Bukan hal besar yang membuat anda dikagumi...namun kesabaran dan semangat dalam menyelesaikan hal remeh itu yang menjadi nilai dan harga diri...

Tersenyum adalah hal yang amat remeh bukan?namun sanggupkah hati dan wajah anda tetap tersenyum sepanjang hari?

Bertegur sapa adalah hal yang remeh bukan?sudah berapa banyak kawan anda yang terlintas lewat di depan anda sementara kita sibuk berpura2 membaca sms, berbincang atau beralih pandang?(Abu Huroiroh meriwayatkan, rosulluloh pernah berkata aku tunjukkan padamu sesuatu yang bila kau kerjakan, kau akan saling cinta, yaitu sebarkan salam diantaramu)

Menunduk sebagai penghormatan?kapan terakhir kali kita lewat didepan orang tua dengan cara seperti ini?sudah berapa kali kita melintasi barisan sholat sunnah orang hanya karena alasan tidak ada jalan lewat?(diriwayatkan oleh Abu Hurairoh rosullullah pernah bersabda bila orang yang lewat di depan orang sholat mengetahui siksa yang akan diterima, maka dia akan memilih berdiri 40 hari/tahun menunggunya)

Melemahkan nada bicara?menyederhanakan kata dan menyampaikan ketidaksepakatan dengan ahsan...adalah hal yang seringkali terlupa untuk diajarkan di kampus...konsep kesetaraan mahasiswa dan dosen dalam proses pengajaran dan diskusi kekampusan terkadang menjadikan kita lupa bahwa dunia luar tidaklah menjunjung tinggi prinsip yang sama...

Semangat...HIDUP MAHASISWA!!akan menjadi semakin bermakna ketika anda lebih tahu bagaimana menghargai orang disekitar anda...pekikan HIDUP MAHASISWA akan semakin indah bila hati kita juga meneriakkan...memanusiakan manusia...kita tak akan pernah tahu, bahwa “orang lemah” didepan kita ternyata guru terhebat kita sepanjang masa...kita tak pernah menduga, bahwa manusia yang kita lihat dari sudut mata terbawah ini adalah manusia terindah sepanjang masa...Saudaraku...jadilah beretika tanpa membuang prinsip dan idealisme anda, karena anda akan menjadi luar biasa karenanya...(diriwayatakan oleh abdullah bin mas’ud, rosulluloh berkata : orang mukmin bukanlah pengumpat, bukan pelaknat, bukan pencaci maki dan bukan buruk kata)

Mulai perubahan dari hal yang sederhana...bisa jadi kita melewatkan hati untuk menghafalnya...inilah target ku, apa targetmu?? J(may Allah bestow his Hidayah upon us...cos there will be no change unless He gives us his guidance and his permission...eventhough we already abundance in knowledge about right or wrong...)

(tulisan ini dipersembahkan untuk para orang tua yang senantiasa mendoakan anaknya menjadi pribadi yang mengagumkan...mom, please ask to Him his hidayah for us to change...)

“Perubahan yang didasari oleh kebencian dan nafsu angkara tak akan membawa kemana mana kecuali kehancuran yang lebih besar dalam bentuk yang berbeda dengan sedikit kepuasan yang tak sebanding maknanya...”

Belajar dari sebuah kisah dalam pewayangan jawa...(ehem...)

Dikisahkan, terlahirlah 3 dewa (supreme God) dari sebuah telur milik dewanya para dewa (the most supreme)...kulitnya menjadi dewa pertama...putih telurnya menjadi dewa kedua...dan kuning telurnya menjadi dewa ketiga...

Ketiganya bersaudara...ada kakak dan ada adik...mereka dibesarkan untuk dipersiapkan menjadi seorang dewanya para dewa...suatu ketika sang ayah...dewanya para dewa saat itu...hendak meninggalkan dunia yang diperintahnya selamanya...maka tahulah ketiga anaknya...sang kakak (dari kulit telur) merasa, I AM!! the best ONE...thats why, I AM!! the suitable one to replace the FATHER...begitu juga si kakak putih telur...”I AM...the most superior being blablabla”...akhirnya kedua kakak ini berdebat tentang siapa yang paling berhak meenggantikan ayahnya...menjadi dewanya para dewa...berbagai macam argumentasi mereka lontarkan...saling memuji diri sendiri...dan berhiaskan kata I AM (english), ore (harsh japan), nan nun (korea), Ana (arabian), kulo, AKU...

Karena perdebatan tak membuktikan apapun di antara mereka...akhirnya mereka pun beruji tanding...barang siapa bisa menelan gunung lalu memuntahkannya kembali dalam bentuk yang utuh...maka dialah pemenangnya...dialah yang berhak atas tahta dewanya para dewa...

Perlombaan pun dimulai...sang dewa kulit telur memulai terlebih dulu...dia memilih gunung yang luar biasa dan layak untuk dijadikan obyek kompetisi...lantas di bukalah mulutnya lebar lebar untuk menelan gunung itu dalam sekali lahap...namun sayang, gunung itu masih cukup besar untuk dia lahap...sadar akan hal ini, sang kulit telur pun akhirnya memaksakan untuk membuka mulutnya jauh lebih lebar lagi...hingga dia merasakan bibirnya robek, melebar ke kanan dan kiri...walhasil dia tak mampu lagi melanjutkan perlombaan...

Belajar dari pengalaman si kulit telur...si putih telur kemudian menggunakan methode yang berbeda...alih alih membuka mulut lebar lebar...si putih telur mecubit sedikit demi sedikit gunung besar tadi lantas memakannya sampai habis...persaratan pertama pun tercapai...menelan gunung!!...namun persaratan kedua??...mengembalikan gunung utuh sebagaimana sebelumnya...tak mampu dia selesaikan...lha nelennya aja dikit dikit...dah jadi remah2 dalam perut tu gunung!!...si putih telur pun akhirnya kebingungan...sementara besarnya gunung bikin perutnya menggembung gedhe...

berbeda dengan kedua kakaknya, si kuning telur tak habis pikir dengan kelakuan mereka...dia merasa hanya anak ketiga, jadi tak ingin berebut tahta...dia hanya diam melihat dari kejauhan...hingga kemudian hal ini diketahui oleh the most supreme god...ayah mereka bertiga...tentu saja ini membuat dia murka...maka diturunkanlah si kulit telur dan putih telur ini ke bumi...dengan kutukan bahwa selamanya mereka akan hidup sebagai pembantu...sebagai rewangnya para ksatria...tahta pun lantas diserahkan kepada si kuning telur...

Dalam kisah pewayangan, si gendut lantas dinamakan SEMAR dan si mulut robek dinamakan TOGOG...(wayaangg meeennn...)

My brother and my sister...sebesar apapun “mulut kita”...akan ada saatnya dia robek akibat ambisi yang dialandasi kesombongan kita...

My brother and my sister...secerdas apapun otak kita dalam bersiasat...akan ada saatnya kita terhantam oleh akibat perbuatan kita sendiri yang diperjuangkan atas nama keangkuhan...hingga tak lagi tahu bagaimana memuntahkan “gunung” yang terlanjur kita telan...

My brother and sister...menjadi the best dengan mendahulukan nafsu bisa jadi mengantarkan kita dari anak dewa tertinggi menjadi pembantu manusia...

Ambisi yang besar layaknya air dalam bendungan...sangat powerful namun juga berdaya rusak massive...bila dibiarkan liar bercampur keangkuhan dan angkara...maka perubahan seperti apa yang diharapkan melaluinya?butuh maintenance and management yang benar didalamnya... semoga saya, anda dan semuanya mampu menjadi lebih baik dan mengartikan tantangan kedepan sebagai medan perjuangan dengan prinsip kebaikan...menjaga api perjuangan tetap menyala tanpa membakar lentera yang melindunginya tetap menyala...(inspired story by roomate senior...)

Kursi panjang bambu ini, meski keras, tapi entah kenapa rasanya nyaman sekali...

Sambil menatap langit langit malam yang semakin gelap...ku bergumam dalam hati, kenapa telah larut sekali...padahal baru sebentar kurebahkan punggung yang lelah ini di sebuah kursi bambu buatan ibu...

No clouds...but why...there was also no moon...

Hawa malam yang semakin lama semakin dingin...menggoda angin sepoi malam untuk membelai pipi pipi manusia yang kelelahan karena banyaknya impian impian besar di benaknya...

Suara melody serak serak daun bambu dan gemricik air mengalir seolah mengatakan kepada pikiran yang sedang dalam kericuhan...

“don’t let somebody tell u...u cant do some...not even me...allright...u got a dream...u got to protect it...people cant do some themself then they tell u...u cant do it...if u wanna some...go get it...chase it...thats it...the result???its Allah matter...dont burden ur self with thinking about prediction...”

Shhhh shhhhh shhhh

Now a days...we always dealing with something like this...

Bunyi ceramah di Tipi...tumpukan buku di kamar...suara pak ustad di radio...bacaan2 di mbah google (entah itu Blog, web ato jejaring sosial)...nasihat nasihat tetua, guru spiritual, orang tua and pembicara pembicara seminar...serta ceramah di kajian kajian tempat kita pada menambatkan pemikiran...

(iya kagag???kalu kagag berarti loe parah gan...hakakakak...just kidding kok, coz loe pasti gag bakal ketinggalan ama doktrinasi film2 hollywood, bollywood, korean drama, anime, song theme, comic, Holly Quran and soon...so pasti KENNNA DEH LOE!!...ya samaaa...gua juga... :P)

Hingga tanpa sadar kita telah menelan jutaan kubik volume pemikiran yang ditumpahkan ke otak kritis kita...sometimes make us sprited up...but sometimes even make us doubt with our principles or idealism...kadang sinergis dengan bacaan kita....kadang malah saling bertolak belakang...bikin kita tambah bingung buat menjalani kehidupan secara bermanfaat dan BENAR...(kalu idup sekedar tenang2 saja...makan minum boker (gomenasai) tidur nikah ngasuh anak makan minum boker (afwan lagi) tidur dst lagi... apa bedanya sama sapi yaa??? tenang tapi what’s our live for??...)

Beberapa orang tuh milih jalan mempersempit arus pemikiran dengan membatasi kontak...kalu berhasil jadi kerennn...tapi kalu meleset, muncul juga oknum2 yang jadi kelewatan...karena informasi yang diterima cuma “satu jalan dan setengah setengah”...so kadang kurang toleransi begitu melihat “jalan informasi” yang diambil orang lain...puncaknya merasa benar sendiri and menyalah nyalahkan pemikiran orang lain tanpa lihat dasar berpikirnya tu orang...paling parah, ngeharam haramin pemikiran orang...kalu emang dasar pemikirannya emang bertolak belakang dengan prinsip agama yang diyakini...ya okeee, mari kita dukung...tapi kalu ternyata dasar pemikirannya sama tapi cara penyikapannya aja yang berbeda coz beda guru ngajinya...kan jadi runyam...yang satu merasa disalah-salahkan yang satu merasa harus mengingatkan orang yang tersesat jalan...DOR!! tengkar malean...

Ada juga orang2 yang memilih buat membuka pikiran dengan menyinggungkan diri dengan “semua jalan informasi”...kalu berhasil...wah keren...mampu memahami semua lintas pemikiran...penyikapannya pun jadi lebih bijak dan intelek...tapii, kalu gagal, ckck...bisa kebawa arus...sesat dan menyesatkan...menjadikan benar dan salah campur aduk (kebenaran itu dari Tuhanmu...soo patokannya kali ini Holly Quran yah...)...semuanya jadi abu2...coz pijakan utamanya kurang kuat...stress dia akirnya...tingkahnya tu seperti pengumpul kayu yang ngumpulin barang panjang di kegelapan...kagak tau kayu ato ular, semuanya diangkut...

Ato ada juga orang yang gag ngurus beginian...apa yang menurut orang kebanyakan benar...ya itu bagi dia makna kebenaran itu...entar kalu ditanya kenapa anda memilih ini dan itu, melakukan ini dan itu...wah...kasian dia...kena sindir ayat al Quran yang dimodifikasi...bukan ngikut nenek moyang, tapi ngikut kata pilem :P...haha..(kayak gua donk, ngikut kata telenovela..haghag...just kidding..)

Nah, sekedar ngajak mikir nih...loe mesti dah pada tau kalu di masyarakat kita tuh ada sekelompok orang yang untuk menjawab keraguan mereka dengan langsung tanyak ke guru spiritualnya...so sumbernya jelas...kelebihannya, kalu estafet ilmu dan kebijaksanaan dari guru ke guru penerusnya terjaga...maka jawabanya akan valid, benar dan menyegarkan terus...tapi kalu ada apa-apa sama proses estafetnya (bukan maksud nih...Cuma ngritisi...kan kualitasnya bisa jadi beda antara guru utama ama guru penerusnya, dan setiap nasehat kan gag lepas dari pendapat subyektif sang guru...manusiawi lah) sebagai pihak penanya kita gag bisa nolak limpahan pemikirannya...mana yang murni penjelasan dari ayat, mana yang pendapatnya beliau sendiri...kita lak susah tahunya...

Ada juga sekelompok orang yang gag mau bergantung ama guru...baca sendiri langsung ke sumbernya lebih utama, valid...original...sumbernya bebas pendapat siapapun...MURNI...Holly Quran and hadist only...kelebihannya...kita terbebas dari pendapat-pendapat subyektif sang guru...nah pengkritisannya, kadang kan bisa jadi kita baca ayat yang sama bisa jadi intepretasinya berbeda...wong sama sama pandai bahasa arabnya aja bisa beda, coz beda ilmu agamanya...apalagi kagag bisa bahasa arab...mbacanya cuman bermodal bahasa nasional...ato cuman dari terjemahannya para motivator...jiahh...ya repot tu ntar...

So, brother and sister...ayuk mikir beginian...hehe... (somebody then said “GAG PENTIIIINNNGGG...NGABIS NGABISIN MASA MUDA AE...urip yo urip, repot men seh, banyak yang kudu dipikir ngapain mikirin beginian...”...”ampuuunn boz T-T...saya Cuma memaparkan...(gomenasai gomensai---sambil bungkuk bungkuk)...” sampai jumpa di episode berikutnya...hmm judulnya virus pemikiran ae deh...hehe

Sebaris inpirasi dari seorang idola hati...

Adik saya yang tidak sabar
dengan kehidupan yang lamban,
pikirkanlah ini
Kita semua memiliki kemampuan
yang hebat
untuk mengkhayalkan kebesaran
yang ingin kita capai
di masa depan.
Kita juga piawai
untuk menuliskan cita-cita
dan menyusun rencana.
Akan tetapi,
semua kekuatan perencanaan kita,
tidak pernah lebih hebat
daripada
kemampuan kita untuk menunda.
Hmm … apakah akan ada kehidupan
yang damai, kuat, dan mandiri,
yang bisa dibangun
dengan keahlian menunda?
Bersegeralah.
Mario Teguh
Gag ada yang berkembang apabila semuanya tetap tetap saja...

Gag ada yang menyenangkan kalu yang kemaren dan yang hari ini sampe besok besoknya juga tetap tetap saja...

Kondisi yang tetap itu kayak aer menggenang...

Bikin penyakit and najis so ngeganggu orang...

Tapi tetap gag selalu punya negatif konotasi...

Karena menjadi tetap...itu juga gag segampang maunya di ati...

Gag semua orang mau buat :

Tetap berharap meski realita itu gag kayak imaginasi...

Tetap berharap meski merasa dikhianati oleh pemikiran and keyakinan sendiri...

Tetap berharap meski dunia berjalan gag kayak di mimpi ato sinetron di tipi...

Tetap berharap meski kadang harus berbuah sindiran dan tawa yang mendongkolkan hati...

Itulah kenapa mungkin kebanyakan orang yang memilih “tetap berharap”--jadi harakiri...

Tapi :

Sejarah mencatat mereka yang survive dalam urusan tetap berharap itu jadi inspirasi

Kalu gag ada harapan yang menetap dari andrea hirata...gag ada buku kayak laskar pelangi...

Kalu gag ada harapan yang melawan realita...gag terbit kisah negeri 5 menaranya ahmad fuadi...

Kalu harapan itu disimpan dalam aksi...kagag ada harakiri...

Tapi sayangnya harapan itu di patri dalam emosi...

Paling sering malah ditandingkan sama logika dan realita masa kini...

Tanpa doa...tawakal apalagi...

Yaa jadi busuk di pikiran, udah biasa lagi...

Ujung2 nya bunuh diri...

Hidup gag kayak dongeng yang ujung2nya seenaknya sendiri...

Senyam senyum sedih nangis terus ketawa lagi...

Semua serba gag pasti...

Tapi asik juga kalau kita meyakini...

Karena dengan begitu...langkah jadi mantab ya kan akhi...

Senyam senyum sedih nangis...ehhh kita tau disana bakal ada ketawa lagi...

Kek di dongeng ini...

Meski juga gag mesti T-T

Sesungguhnya Allah beserta prasangka hambaNya...itu yang pasti

Fa innama al usri usrron..innamaal usri usro juga hal yang mesti ukhti...

Soo...wallahualam deh mas bro wal akhi... :D (GLODAK!!)

Mungkin kita pada berada di sebuah terminal nungguin bus yang bisa nganterin kita ke kampung halaman...

Duduk diantara kerumunan manusia yang punya tujuan yang beda-beda...di atas kursi panjang yang bentuk ama baunya sama...

Dalam pikiran pasti dah kebayang ni bus kudu...jalurnya jelas ke kampung kita, bukan ke kampung orang...pengennya yang terjangkau tapi gag murahan...pengennya yang supirnya ngebut tapi aman...pengennya yang bersih and nyaman biar mungkin gag ada ac ato tipinya...and yang penting bebas polusi rokok...

Dah pada tahu, ketika jam operasional bus tujuan masih lama...pasti kita milih nunggu bus yang tepat ato terbaik daripada kudu naek bus asal...

Bus pertama...ke jalur yang tepat...penampilannya bagus...keliatannya nyaman dan cepet...ehh...tapi kok mahal ya??...lewat deh...

Lewat satu jam...krik krik...bus kedua mau berangkat...harganya terjangkau...penampilannya bagus...keliatannya nyaman dan cepet...gag ada yang ngrokok...aseekkk...tapi...eh kok ke kampung orang ya jalurnya...cape deh...lewattt...

Lewat setengah jam bus baru dateng...harga jelas terjangkau...supir aman and cepet...no smoker coy...penampilannya bonapit...jalurnya bener...wah langganan gua nih...tapi eehhh..kok gag ada kursi kosong ya...ck...waktu operasi masih lama...entaran aja deh tunggu yang kosong biar bisa duduk...lewaattt...

Lama menunggu sampe gempor...ehh...bus gag dateng dateng...mana dah kesusu lagi...bus baru akirnya datang...waktu aman masih setengah jam buat berangkat...ni bus baru harga terjangakau nih...no smoker..tujuan benar...kosong!!cepet nih supirnya...mau masuk eehh...kok penampilannya reit ya...mana kursinya najis lagi...ck...ga jadi deh...entaran aja!!

Sejam...dua jam...Sampe waktunya habis...ehhh...gag ada bus lagi!!haduuu gimana ikiii...akirnya ada satu bus...penampilan gag oke...kalu jalan kreot2...mana harganya gag layak lagi...smoker berkeliaran sampe berdiri berdiri...hmm...hash dah telat dua jam mana sekarang dah turun ujan lagi...apa boleh buat...NAIK!!!

Bro and sista, pernah ngrasain ginian gag???haha pasti tidak menyenangkan...tapi sadarkah kawan...kadang waktu dan kesempatan tu mungkin kek kita pas di terminal...lewat gitu aja karena kita dewe...kalu pekerjaan kita sia siakan...kita anggep gag prospek, gag muter ni cash flownya...kalu beasiswa, ck ni gag full ni, ni dalem negeri ni dan blabla...ato kasus2 yang lain...nah gimana kalu kasus terminal ni kejadian di urusan menjemput jodoh ya???...

TAWAKAL Alallallah tapi juga gag careless, unaware and skeptis or asal menjalani hidup...mempersiapkan yang tidak pasti dengan persiapan yang pasti, niat yang pasti dan keyakinan yang pasti...menjadikan diri kita pribadi pasti meski dunia gag ada yang begerak pasti...wallahualam...

Di tengah sibuknya berjibaku di RSSA...tapi gag enak kalu gag ngisi Blog yang telah berpuluh tahun lamanya ditinggalkan...hoho...ni gua punya cerita yahg gua dapet dari sebuah buku yang uniknya ANONIM!!...baru tau gua kalu ada buku anonim diterbitin...ckckc...tapi isinya bagus kok...salah satunya ini ni...BAKING A CAKE...Check it out!!

--------------------------------------------------------------------

Seorang anak kecil mengadu kepada neneknya tentang kejadian tidak menyenangkan yang ia alami, masalah keluarga, kesehatan dan lain-lain sementara neneknya membuat kue...

Neneknya lalu bertanya kepada cucunya apakah ia mau snack. Tentu saja cucunya mengiyakan.

“Mau minum minyak ini?” tanya neneknya.

“Hiii...,” kata si anak

Bagaimana kalu telur mentah?mau?”

“jijik nek!!”

“mungkin kamu mau tepung?atau soda kue?”

“Nek semua itu menjijikkan!!”

Neneknya lalu menjelaskan, “Semua itu tampak tidak enak tapi bila dicampur dengan cara yang benar akan menjadi kue yang lezat. Begitu pula cara kerja Tuhan. Seringkali kita bertanya-tanya mengapa tuhan membiarkan kita melewati masa-masa yang tidak menyenangkan dan sulit. Tapi Dia tahu bahwa apabila semua kejadian itu diletakkan menurut susunanNya pasti hasilnya akan baik. Kita harus menaruh kepercayaan kepadaNya. Bahwa semua ketidaknyamanan itu akhirnya akan menjadi sesuatu yang sangat baik.”

Terinspirasi dari sebuah film buatan korea berjudul “the way home”…sebuah film yang dibuat untuk para nenek sedunia…bikin gua menyadari arti sebuah keindahan sikap sabar…

Ya benar…sikap sabar…bukan teori ato arti sabar…

Kesabaran yang dipraktikkan si nenek benar-benar tanpa kata…tanpa argumentasi dan seolah tidak logis…karena tanpa batas…

Seolah tanpa emosi…sang nenek bisu nan telah tua renta tetap melayani dengan tulus anak kecil nakal didepannya…tanpa membutuhkan argumentasi intrapersonal untuk tetap melakukan kebaikan pada si anak…

Sekilas mungkin kita berharap menemukan orang luar biasa seperti itu…seseorang yang hatinya selapang samudra…dan perasaannya selalu positif seolah tak pernah kenal cara menegatifkan pikiran…

Sebuah sikap yang tak ragu untuk mengorbankan diri bagi kebaikan orang lain…sikap SABAR TANPA PENILAIAN!!!Kesabaran yang tidak ditahan, kesabaran yang tidak melahirkan kata “lelah” dan pandangan “suudzon”…

Kesabaran yang diam…Kesabaran tanpa senyum…tanpa dendam…tanpa penilaian…TANPA KONFLIK INTRAPERSONAL…

…HANYA KESABARAN…

Sebuah keindahan yang tak terlukiskan…

….SEMAKIN INDAH KARENA HANYALAH KEBAIKAN TINDAKAN DALAM DIAM…

Semua hal akan menjadi indah ketika kebaikan dilakukan dengan tindakan tanpa banyak pikiran…kebimbangan…pertimbangan…dan keraguan…”TINDAKAN” bukan “kata” yang membuat hati terdalam menangis dan mengakui kebenaran…

MELANCHOLIC PHASE

IKATLAH MAKNA DENGAN CERITA

Menjadi berbeda tidak pernah mudah...

Banyak yang tidak suka terhadap kita karena kita dianggap sebagai musuh mereka...

... ... ...

Tapi kita harus hadapi...

Sebagian orang sangat membenci kita karena kita berbeda...

... ... ...

Dianggap tidak punya cita-cita yang sama...

Bahkan dianggap sebagai penghalang...HHHhhh...

Lebih Baik diterima sebagai diri sendiri...daripada sebagai orang lain...

... ... ...

Loe gag bisa paksa semua orang suka sama eloe...biarin aja mereka...tapi yakinlah di luar sana...

Banyak yang bisa nerima and ngehargain eloe...

.... .... ....

...KARENA MENJADI BEDA...

...ADALAH ISTIMEWA...

... ... ...

INI JALAN YANG GUA PILIH...GIMANA JALAN LOE??

(dikutip dari video amatir iklan levi’s...JOKO ANWAR)

Koleris PHASE

IKATLAH MAKNA DENGAN CERITA


Menjadi berbeda...merupakan sebuah insting natural manusia...menjadi berbeda...mungkin sudah menjadi sebuah tuntutan tak terdeteksi akan hasrat manusia untuk diakui keberadaanya...menjadi berbeda...bisa menjadi jalan pintas setiap pribadi untuk memenuhi kebutuhan dasar tingkat akhir yang selalu ada...kebutuhan akan sebuah eksistensi dan pengakuan dari sosial masyarakat di zamannya...

Menjadi berbeda adalah...

...NYATA...

Gua...termasuk salah satu makhluk Allah yang haus akan kebutuhan level akhir ntu...dan emang bukan Cuma gua yang berjibaku dalam masalah ini...everybody does...

Be different...seringkali dekat dengan persepsi anak yang idealis...anak yang berdarah rebellion...menolak stabilitas dan tatanan sosial masyarakat yang ada...hidup dengan prinsip...SAYA...AKU...dan CARA SAYA...MY OWN WAY...

Banyak kasus nunjukin kalu anak yang berbeda selalu ter-expelled dari komunitas masyarakatnya...terdepak karena bakat-bakatnya...tepatnya...terasingkan...karena cara dan pemikirannya yang berbeda...pencapaiannya menggunakan cara yang cukup uncomfort menurut orang lain...Menantang kebijakan dan pendapat para tetua di sekitarnya...thats becoz he is different...he can’t use the common way like others...it is just about the way to optimalize the potential they have...not only rebellion in order to defend his ego...

Gua??ever done the same...doing all of thing just becoz i dont like the way people wanted...coz i am not taking order from others...even from my lecture...my parents...my mentor...they just can make me want to do...i wont let them make me do something by they orders...i just do everything i want...with my own way...and YOU...don talk too much...just sit still and watch the result...

Thats just an ego...i realized it...a couple months ago...gag ada salahnya taat ama peraturan yang emang dibuat supaya aman buat kita...and baek buat orang lain...ITU...baek buat orang lain...if you cannot give a benefit to other...then just dont do it something careless to your self which lead you make someone else in a danger...or simply make others feel a shame...just stop doing that...your life is yours...but your attitude isn’t merely yours...(think about it)

Menjadi berbeda bukan berarti menjadi TIDAK BERETIKA dan SEENAKNYA...menjadi berbeda bukan berarti membesarkan ego dan PRIDE saja...growing up your HONOUR!!sebuah kata yang melambangkan harga diri...kehormatan...dan jaminan kualitas pribadi manusia...HONOUR instead of just PRIDE that resemble an only ego...

WE ARE WE...and we do something with our own way...

it is my LIFE...not YOURS...why do i have to listen your comment that even make me down...

YUPS...PERTAMAX...gua suka jargon pemikiran diatas...gua pake pemikiran ntu ampe sekarang...dan...saat ini jargon gua lebih PERTAMAX...

Me is me...i do something like i want...but it is still halal...benefisial...

...AND...

WISE IN ETIQUE...

Melakukan sesuatu yang berbeda dan luar biasa...apa salahnya kita sertakan etika dan kebijaksanaan...Rosulluloh itu berbeda bukan??tapi etikanya??ma'sum alias dijaga dari dosa brooo...so etikanya??

katakan hitam itu hitam...putih itu putih...DENGAN CARA YANG BENAR...AND YOU’LL ALWAYS BE THE WINNER...

MELANKOLIS PHASE

IKATLAH MAKNA DENGAN CERITA

Keringat sebesar biji jagung menetes netes dari pelipis seorang laki laki separuh baya pagi ini...setengah berlari sepedah setinggi anak-anak berwarna hitam pudar itu berdenyit denyit mengimbangi semangat sang pria berkaca mata ala harry potter itu...Bang Jo...begitu kami memanggilnya...seorang mahasiswa akhir yang sedari semester awal telah memilih untuk bekerja membanting semua tulang dalam tubuhnya sebagai seorang guru les privat di kota malang...

Badannya tidak tinggi, namun juga tidak pendek...wajahnya lucu...sepintas orang akan menduganya seperti Nobita dalam film kartun doraemon...haha...just kidding...rambutnya yang pendek setengah gundul bertebaran warna putih putih meski umurnya masih baru kepala 2...

Bang Jo, hampir setiap hari mengayuh sepedahnya untuk mendatangi rumah anak-anak yang haus akan ilmu...khususnya matematika!!pada Bang Jo lah sepertinya Allah menitipkan pertolongan untuk anak anak yang haus ilmu dan nilai ini...

Bang Jo...terlahir dari keluarga yang cukup namun terbilang susah jika harus menanggung kewajiban menyekolahkan anak-anaknya hingga Sarjanah...selepas SMA Bang Jo melawan peraturan dasar di rumahnya untuk tetap kuliah meski ibu bapaknya tak mampu lagi untuk membiayai kuliahnya...dari kecil dia ingin menjadi seorang guru matematika...oleh karena itu dia putuskan untuk mengambil jurusan matematika di sebuah universitas swasta yang biayanya tidak semahal di universitas-universitas lainnya...uang masuk, makan dan sebagainya dia tanggung sendiri...sudah menjadi kebiasaannya sejak SMA untuk mandiri...karena sehari-harinya dia tinggal dengan neneknya...

Les privat menjadi pekerjaan sehari-harinya...berbeda dengan mahasiswa tidak mampu pada umunya yang mengandalkan pada prestasi dan IPK untuk menggaet beasiswa sebanyak mungkin...bang Jo memilih jalan lain...keputusannya untuk mengambil universitas kecil berdampak pada sedikitnya beasiswa yang ditawarkan...Bang Jo memilih untuk bekerja demi makan, sekolah dan bertahan...teman yang selalu setia menemani idealismenya ini adalah sebuah sepedah tua warna hitam pudar...kemana pun dia pergi...sepedah ini selalu menemaninya...pernah suatu ketika bang jo juga melakukan perjalanan ke luar kota dengan sepedah ini...LUAR BIASA!!KELUAR KOTA BUNG!!

Pagi, sore dan malam Bang Jo selalu ngelesi ngelesi dan ngelesi...suatu malam, saat ditanya kenapa “sampean” gag sibuk mencari beasiswa saja...dengan enteng beliau menjawab...”masalah mengajar itu bukan Cuma masalah uang...ada suatu kepuasaan saat berhasil menyampaikan ilmu kebanggaan saya...MATEMATIKA...dan ada gereget dalam hidup ketika saya harus menghadapi karakter murid murid yang tak pernah sama...”

Bang Jo, kesimpelan dalam berpikirannya seringkali membuat saya iri...butuh uang, yaa ngajar...tempat jauh di kabupaten nggak ada motor...yaa “mancal” sepedah jauh lebih awal...uang nipis...yaa puasa senin kemis...murid nakal...yaa hanya butuh diperhatikan...murid nilainya buruk terus terusan padahal sudah diajar berkali-kali...yaa tinggal ditambah jam lesnya...kalu gag mampu bayar??yaa digratiskan...yang penting janji belajar lebih giat..beres kan??

Di saat teman-teman seangkatannya sibuk ber”pacaran”...dia sibuk mengajar...saat sahabatnya sibuk ber”aktifis”...dia sibuk mengajar...saat adik-adik alumninya sibuk “menulis”...dia sibuk mengajar...saat mantan anak-anak didiknya sibuk mengejar S2...dia sibuk mengajar...saat adik-adik bimbingannya sibuk ber”entrepreuner”...dia juga sibuk mengajar...

Seolah mengajar telah menjadi bagian dari detak jantungnya...MATEMATIKA...sepertinya telah mengakar dalam karakternya...

Bermodal sepedah...berbagai medan dia tempuh...tanpa keluhan...tanpa banyak menanyakan pada dunia “why...nazee???”...tanpa takut “ketinggalan kereta”...bahkan ikut bangga saat mantan anak-anak didikannya tumbuh jauh lebih cepat nasibnya...Bang Jo...Inspirasi hidup akan sebuah indahnya kekonsistenan idealisme...Semoga Zat Yang Maha Kaya menghadiahinya segala kebaikan lebih indah dari kesenangan masa muda yang telah dia habiskan dengan mengajarkan MATEMATIKA...

Ikatlah Makna Dengan Cerita

Melancholic Phase


Ini kisah yang sama pas gua nungguin sohib gua di terminal...dalam keadaan basah kuyup, lapar, dingin, capek dan nggeje...gelisah coz hape mati, maghrib belum sholat and hujan kagag kunjung berhenti...kagag mau tau gua sekarang kedinginan and kagag bawa mantel...

Bau rokok, suara gemricik hujan ditambah suasana gelap nan mendung melingkupi dunia gua saat itu...ada juga suara tereakan tereakan tukang sopir yang menggelegar kasar...alunan musik organ dari seorang pengamen tua buta yang membuat orang iba...sayup-sayup suara orang berbincang melalui hape...juga suara berisik dari mobil-mobil yang berderu....

...TERMINAL yang diguyur hujan di saat maghrib...

Dalam masa menunggu yang penuh ketidak jelasan...terhampar luas pemandangan kehidupan yang luar biasa di hadapan mata gua...sendainya saja gua punya kamera...pengen banget gua bercerita dengan gambar-gambar fenomena saat itu...the story of life...tentang seorang tua buta yang mencari sesuap nasi dengan organ dan kaleng plastik...tentang anak-anak SMA yang berlarian memayungi para penumpang yang turun dari mobil...tentang anak semuran yang ramai menawarkan tiket trip sampe-sampe berdiri di depan peron seharian...

Ya...tentang seorang tua buta yang mencari sesuap nasi dengan memainkan organnya (sejenis piano)...sebuah kotak bertuts yang dimasukkan dalam tas kumal dan dimainkan dengan unik secara terbalik...dimainkan dengan cara dibedirikan dan dipeluk dari belakang...seperti memainkan gitar besar (cello)...di bagian atas organ terbalik itu ditempel sebuah wadah plastik bekas wadah minum sebagai tempat masuknya receh, digantungkan bersamaan dengan tongkat panjang alat bantu berjalan...beliau memainkan musiknya dengan ketukan cepat layaknya jenis musik gaya dansa eropa...tepat di pinggir pintu masuk terminal...entah sudah berapa kali beliau memainkan musik yang sama hari ini...sesekali beliau berhenti memainkan jari jemarinya lalu mematikan organ tuanya...meraba raba mencari button ON/OF empuk dibalik selipan tas kumalnya yang menutupi sepertiga bagian organ hitam yang berdiri itu...

awal gua ngeliat beliau maen, gua sempet suudzon dulu...sudah jadi rahasia umum kalau pengemis sekarang tu kreatif-kreatif (pernah gua maen-maen ke Bandung, disana malah pengemis ngemisnya pake ngaji Qiro’ah ngawurr...enak emang ngajinya....tapi ayatnya gag jelas...nggempor depan musholla terminal bus sambil tereak-tereak gitu. Di Jakarta dulu kagak kalah malu-maluinnya, gimana enggak??tiba-tiba ada orang nyelonong masuk bus pariwisata kita...lalu khotbah, ujung-ujungnya nyodorin plastik bekas wadah permen ke kita...Astaghfirulloh...kenapa agama gua jadi keliatan begini murahnya ya...tapi dicaci pun malah kasian orangnya...gua aja makan masih minta beasiswa...nyela nyela orang yang cari makan sendiri...)... gua mikirnya, apa yang sedang gua liat didepan gua hanyalah sebuah lipsing doank...si tua itu cuman asal pencet tuts aja...musiknya sih udah paten dari tu organ...pas gua mikir gini, ada seorang penjual karcis trip ke Bali yang iseng, dia ikutan ngepencet tuts organ buat maen2...dan BENER!!kagak bunyi!!...jiah penipu!!pikir gua...tapi emang kayaknya Allah lagi nguji daya Husnudzon gua...beberapa menit kemudian, organ dimatikan dengan meraba-raba...lalu beliau nyalakan lagi...tak tunggu lama-lama, nbeliau memainkan lagu yang sama kembali...tapi kali ini memang beda bunyi...beberapa kali jari beliau salah mencet tuts sehingga lagunya agak kacau...meski begitu secara keseluruhan permainannya bagus...saat itulah saat gua percaya kalu emang beliau kagag lipsing...coz, sering pahanya yang dari tadi posisi jongkok itu menyenggol tuts-tuts putih menciptakan bunyi-bunyi yang tidak diharapkan...sepertinya kaki kaki beliau dah mulai kesemutan...tak lama kemudian, beliau mematikan kembali organnya...

Setelah itu dengan sigap tangan beliau menggapai kotak receh di ujung organnya sambil setengah berdiri...meraba-raba...mencari-cari secercah harapan mendapat uang dari hasil keringatnya...lama gua melihatnya...terbersit rasa iba yang menguat tatkala pada kali ketiganya beliau mengais wadah uang itu namun tetap kosong tak ada isinya...kali ini, pak tua itu tidak langsung memainkan organnya lagi...namun sejenak menggaruk-garuk kepalanya...ekspresinya datar namun jelas terdapat rasa kecewa karena belum juga ada uang dalam wadahnya...

Sejenak beliau menggaruk kepalanya...lantas beliau meraba-raba sesuatu dalam saku baju kumalnya...dikeluarkannya benda panjang berwarna putih...dan semacam pemantik...oww...ROKOK!!!yup...beliau merokok!!meski dalam keadaan susah!!...begitu pikir saya...namun sahabat saya yang semenjak tadi saya tunggu memberikan pendapat yang berbeda...dia melihat...justru dalam keadaan susah itulah...dia merokok...melepas penat dan beban pikiran...membuang ketakutan ketakutan yang ada dalam benaknya...mungkin hari ini beliau belum juga makan...dan saya berpikir sejenak...penghasilan seperti ini...bisakah beliau bertahan??belum lagi, keadaan lingkungan yang cenderung tidak berbelas kasihan dengan kondisinya...mudah bagi mereka yang iseng untuk mengambil uang-uang kertas dari wadah recehnya tanpa diketahui beliau...MIRIS!!...melihat ketidak pastian dan ancaman yang besar ini gua kagak bisa kagag mikirin...sudahkah beliau makan???kapan terakhir beliau makan layak??besok apakah beliau bisa makan??...memikirkan ini saja hati gua jadi kagag tenang...gua salut ama beliau yang sanggup ngejalaninnya...

Di lain sisi, derasnya hujan yang semenjak tadi gua kutukin, bisa menjadi rezeki yang membuat anak-anak seusia SMA bisa makan dengan jadi tukang payung...yaps...mungkin temen2 sekalian dah sering ngeliat di tv...anak-anak yang kerjanya nyari uang dengan memayungi orang yang turun dari mobil ke tempat berteduh...sekedar memayungi orang dari tempat parkir mobil ke halaman Terminal...entah berapa rupiah yang didapatnya...yang jelas...sedari tadi gua ngamatin pak tua yang sedang maen organ, si anak tadi lari-lari sambil bawa payung mulu...kalu sepi orang dia neduh lagi deket gua...kalu ada penumpang satu orang aja...dia langsung tancap lagi...mau orang itu bersedia dipayungin mau kagag tetep dia payungin...kagag tau, dibayar ato kagag...pikir gua, ni anak sedah sejak kapan ni lari-lari hari ini....ni udah pada makan apa belum yak??besoknya makannya gimana yak??gua aja akhir-akhir ini dah putus beasiswa kalang kabut cari makan (dah dua bulanan nih...)...makan nasi sekali sehari dah langganan gua...maklum beasiswa lagi off, bisnis juga HENG HONG...pengeluaran meningkat pasca skripsi plus pindah kontrakan and persiapan profesi masuk Rumah sakit...semuanya bersamaan...kakak-kakak gua sama ortu juga lagi repot 2 bulan terakhir...yaudah...ngandalin suntikan dana seadanya...

Ada juga anak-anak muda yang jadi sales rada maksa nawarin trip ke Bali...entah dah dari jam berapa mereka berdiri di depan gerbang deket peron...ckckck...di pojok yang lain terlihat segerumbulan sopir taksi yang setau gua dari tadi diam aja duduk disono...ngrokok ato tereak-tereak apa gitu...zaman seperti ini, taksi dan angkot...masihkah selaris dulu??sementara pengeluaran semakin meningkat, barang pokok terus bertambah mahal...anak-anak semakin besar dan butuh disekolahkan lebih tinggi...disisi lain umur semakin tua, produktifitas pun mulai menurun tapi perut gag bisa kosong...

Pemandangan ini...penuh dengan makna...mereka yang disini bisa jadi bertahan dengan cara mereka sendiri, tak pernah mendapat bantuan dana dari orang tuanya, bahkan mungkin untuk sekolah apalagi kuliah...mereka yang ada disini...bisa jadi tidak dilahirkan dalam keluarga yang punya jaringan dan kedudukan sosial tingkat atas...yang dengan pengaruhnya, anak “nggapleki” pun mudah untuk masuk FK...mereka yang ada disini mungkin adalah salah satu contoh manusia yang dimakan oleh ganasnya roda perubahan...digilas oleh stganasi pemikiran...dan dihancurkan oleh persistensi keterbatasan...

TERMINAL HARI INI...menjadi semangat dan alasan mengapa kita harus terus berjuang...

Melancholic Phase

Penulis adalah mahasiswa NERS yang NATO “Not Afraid Talk Optimistic”

IKATLAH MAKNA DENGAN CERITA

Becanda...mungkin suatu kata yang diidentikkan ama hal yang menyenangkan dan bewarna...tapi apa jadinya kalu semua dilakukan tidak pada proporsinya...kebanyakan becanda...dan selalu becanda...gag cuma often tapi dah jadi always??

Menjadi orang yang terlalu menampakkan kewibaannya bagi gua akan sangat melelahkan...meski segi positifnya image loe bakal terus terjaga...omongan loe akan terjaga juga keterpercayaannya...tapi kita cuma manusia...yang butuh wadah dan kumpulan yang bisa bikin kita rehat sejenak dengan melepas peran...identitas dan segala tanggung jawab sosial yang ada...kita butuh becanda...menjadi makhluk yang dalam state sangat tidak berkredibilitas dan seolah tak berkapabilitas sama sekali...becanda...tak bisa dinafikan kita butuh itu...bukan berarti itu membuang kapasitas ato "jati diri" kita sebenarnya...becanda...hanya sebuah pelamtiasan kepenatan...wajah kita yang sebenarnya saat memang tak berbeban...

namun, kebanyakan becanda juga kagak baek...aktivitas yang seharusnya hanya sekejab...menjadi aktivitas dominan yang akhirnya mendominasi hari-hari kita...merusak kredibilitas secara permanen...bahkan mengubah jiwa yang tangguh menjadi kerdil karena selalu tak serius...tak ada wibawa...yang ujung-ujungnya akan membantai karakter yang telah lama kita asah...menyisakan jiwa-jiwa pengecut yang hanya bisa tertawa dan tertawa...

Yups...gua punya cerita nih bro...kejadian yang kebetulan gua alami gara-gara kebanyakan becanda...everybody knows that this kind of activity can make us relaxed and forget about all of burden we have for a while...yups...becanda untuk melepas penat dan membuang tekanan sosial yang ada...

gua punya sahabat...yang selalu konyol dan membuat orang tak bisa untuk tidak tertawa...setiap gua ketemu dia...pasti gua ketawa gila-gilaan...entah dalam keadaan sumpek...ato tertekan...entah kenapa gua kagag bisa badmood kalu ketemu tu makhluk Allah...sampe heran gua...seumur-umur...kalu gua badmood...pasti orang-orang disekitar gua pada jaga jarak bentar...termasuk emak gua...jaga jaraknya dengan tidak banyak mengajak bicara yang tidak penting...kecuali komunikasi emphati kayak yang selalu dilakuin emak gua...

Beda dengan sahabat gua yang satu ini...ckckck...singkat cerita...kebiasaan kita yang mesti becanda dan kagak serius lama kelamaan dah mendarah daging...sampe suatu ketika kita dah kagag mampu lagi ngebedain mana yang ucapan serius mana yang cuma sekedar becanda...coz auranya sama...keliatannya becanda...larangan mengintip privasi pun terlanggar dan akhirnya...BOOM!!...as you thougt...yups...percikan conflict pun menyala...meski kejahatan pengintipan privasi ini dilakukan secara berjamaah...tetep aja gua ngerasa sungkan...coz, baru kali ini gua liat sahabat gua ini muntab..."wah...ternyata ni orang bisa marah juga!!" batin gua...

dan anehnya lagi...proses minta maaf kita pun juga seperti kayak becanda...meski sahabat gua tu dah bener-bener marah beneran...waduuu...complicated nih...(beda banget kayak pas gua bikin muntab cewek...repot...hehe...dah pengalaman bikin muntab segala jenis makhluk kayaknya gua...^-^V)

Peristiwa ini bikin gua lebih bisa memahami hadis yang dulunya bikin gua cuma mengangkat sebelah alis...Yang bunyinya..."Janganlah kalian banyak tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati.” (HR. At-Tirmizi no. 2227, Ibnu Majah no. 4183, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 7435)

Terlepas dari ilmu tafsir yang ada tentang hadis ini...gua cuma pingin bilang...ternyata emang banyak tertawa itu kurang baik...terutama kalu di sembarang tempat...apalagi di tempat-tempat yang penuh dengan adik kelas yang sejatinya akan menilai dan meniru kita...alhasil...pemikiran SEJATI kita seringkali juga akan tertutupi oleh kebiasaan kita dalam kebanyakan becanda...kredibilitas turun...ucapan dah kagag punya power...akhirnya, sekalipun pemikiran kita tajam dan solutif...seringkali tak lagi dianggep sebagai sesuatu yang berharga lagi...karena keluar dari pemikiran orang yang "kayak gini??...nada meremehkan sambil angkat alis"(ekspresi tidak percaya dari anak yang baru yang dah kagag percaya)...

Becanda itu penting and everybody does...yang penting gag kelewatan...gag kebanyakan...mau tidak mau kita akan menjadi tua dan bertanggung jawab untuk menjadi teladan yang layak dicontoh...teladan-teladan yang pemikirannya layak diikuti...semuanya butuh kredibilitas...dan kredibilitas itu dibangun dengan kemampuan...dan pengendalian diri dalam bercanda...Ing NGARSO sung TULODHO...Ing MADYA mangun KARSO...tut WURI handayani...sepakat???wallahualam

Choleric Phase
Penulis adalah Mahasiswa Ners FKUB yang NATO "Not Afraid Talk Optimistic" IKATLAH MAKNA DENGAN CERITA
Suatu ketika saya bertemu dengan seorang aktivitis kampus...idealismenya sangat tinggi hingga hampir-hampir setiap orang yang diajaknya bicara merasa tertekan...keinginannya untuk berkembang lebih cepat daripada orang lain yang seumurannya seringkali membuatnya terlihat seperti seorang yang ambisius...sepengetahuan saya dia merupakan anak koleris yang cukup perfectionis...apa-apa dia ukur dengan hasil...bukannya proses...

Suatu ketika saya membaca tulisan dalam blognya...pembahasaannya benar-benar melowdrama...meski diluar dia terlihat sangat kuat...tajam bahkan cenderung angkuh...namun berbeda dari tulisan-tulisannya di blog...saya melihat perbedaan gaya tulisan yang sangat kontras antara judul yang satu dengan lainnya...kadang beraliran sangat keras...penuh kritik...pemikiran-pemikiran revolusioner...melawan arus dan mereframe paradigma baru...

Disisi lain ada tulisan yang sangat melowdrama...penuh keluhan...isak tangis...kepesimisan...seolah terkesan sangat lemah dan tak berdaya...kadang pula tulisannya sangat gokil...penuh canda dan gaya penceritaan deskriptif yang luar biasa detail sampe-sampe kesebut semua tokoh nonfiktifnya...

Satu yang pasti entah itu melow...chole atau sanguinis gaya tulisannya...pasti ada pemikiran islami yang dituliskannya...hingga banyak bermunculan pendapat dari adik-adik kelas yang membacanya...karena mereka seolah melihat sang kakak kelas ini mengumbar aibnya begitu saja...demikian juga masa lalunya...hingga menyisakan tidak sedikit pun misteri...hilang pamornya...rusak imagenya...dan banyak orang yang perlahan tak mendengar lagi tulisannya...karena hilang daya tarik akibat hilangnya misteri yang dulunya sangat erat dengan sosoknya...

Bagi saya...ini merupakan sebuah bentuk kebingungan karakter...disatu sisi dia ingin diterima oleh lingkungannya yang cenderung anti perubahan...disatu sisi dia ingin merubah lingkungannya untuk berubah dengan akselerasi maksimal...perubahan berakselerasi maksimal pastilah akan membuatnya dimushi banyak orang...sebaliknya adaptasi terhadap lingkungan yang terbelakang hanyalah membuatnya ikut terbelekang sementara impiannya teramat sagat menjulang jika dibandingkan dengan kemampuannya saat ini...

Namun yang membuat saya kagum...ketika sang adik kelas menegurnya karena telah menulis tulisan bernada cengeng...dia hanya menganggapinya dengan perkataan “saya ingin memotivasi orang...namun hanya orang munafik yang memotivasi orang dengan selalu memperlihatkan dirinya termotivasi kapan pun dan dimana pun...setiap manusia punya fase naik ato turunnya...sebagaimana keimanan...semakin kuat motivasinya seringkali ujian dari Allah juga datang menghampiri menguji kekuatan mentalnya...saat itulah seringkali dia akan menjadi jatuh...namun masalahnya bukan disana...bagi saya...lebih hebat melihat orang yang seringkali terjatuh namun masih getol dalam bermimpi dan bangkit kembali untuk memotivasi orang lain...ketimbang seorang motivator yang seolah selalu terlihat termotivasi dan memotivasi orang dengan pemikirannya yang notabene pengaruh buku-buku dan cerita inspiratif orang lain...bahasa kasar saya...motivator yang berbahasa buku...bagi saya setiap kegagalan dan proses bangkit dalam kegagalan itu sendiri adalah kejadian yang tak hanya memotivasi...namun juga menginspirasi...”

Yah jawaban diatas cukup membuat saya bisa mengambil sisi positif sebuah prasangka kebingungan karakter...mungkin dengan demikian dia bisa melepaskan beban berat dalam pikirannya....meski dia tahu dengan itu banyak konsekuensi yang akan dia dapat...wallahualam

Melankolis Phase

Penulis adalah mahasiswa NERS yang NATO “Not Afraid Talk Optimistic”

IKATLAH MAKNA DENGAN CERITA

Sudah menjadi sebuah hal yang tidak bisa dipungkiri bahwa massa terus berputar...wajah lama akan digantikan oleh wajah baru...tempat yang sama akan memiliki bentuk yang baru...bahkan udara yang sama terasa tak sama seperti dulu...

Orang yang dahulu datang dengan wajah yang cupu...sekarang telah berganti menjadi dia yang paling tua dan bertanggung jawab untuk di tiru...

Regenerasi...begitulah alam menamakan hal ini...mungkin masih sebentar rasanya kita duduk di tempat yang sama, padahal sejatinya telah terlewat empat tahun lamanya...

Mungkin masih seperti hari kemaren kita bercanda tawa tanpa harus melihat dimana kita berada...namun sekarang...bahkan bercanda tawa riang gembira pun akan terlihat sangat aneh bila dilakukan di depan orang-orang yang kita sebut “adik”...

Mungkin masih seperti menit kemaren kita melakukan hal seenaknya...melanggar aturan semaunya...melakukan semuanya dengan cara sendiri tanpa mau tunduk dengan norma yang ada...sekarang seolah semuanya menjelma menjadi makhluk yang berbeda...setiap gerak gerik senantiasa dilihat oleh adik angkatan yang akan menilai dan meniru apa yang dilihatnya...

Keteladanan...kata ini seolah melekat erat di wajah kita...hidup menjelma menjadi beban yang sangat berat di pundak kaum dewasa yang masih ingin terus bercanda dan berbuat sekehendaknya....

Jika dulunya sering memanggil MAS...maka sekarang kitalah yang dipanggil MAS...jika dulunya sering melakukan kesalahan dan mendapat teguran dari MAS...maka sekarang kitalah yang harus menegur mereka dengan sebutan DIK...Jika dulunya kita senantiasa meminta pertolongan dengan kata awalan MAS...maka sekarang kitalah yang harus memberi uluran dengan mengatakan InshaALLAH DIK...

Tempat yang dulunya adalah milik kita...sekarang telah digantikan oleh mereka yang lebih muda...kebiasaan yang dulunya kita lakukan seenaknya...sekarang telah menjadi aib bila dilakukan sedikit saja...bibir yang dulunya seringkali hanya berisikan canda tawa...sekarang telah dituntut untuk melafalkan nasihat bagi generasi selanjutnya...

Kesalahan akan menjadi aib yang luar biasa...sementara kebijaksanaan yang dipraktikkan dengan pengendalian yang luar biasa adalah hal yang memang wajar adanya...Ketergantungan yang dulunya merupakan hal yang wajar-wajar saja...sekarang adalah hal yang akan memalukan dan menggila bila tetap ada...Setiap kata tak bisa asal lepas saja...setiap opini tak boleh asal bicara...setiap sikap tak bisa diumbar begitu saja...

DEWASA...dan REGENERASI...

Sebuah perpisahan bagi massa yang telah lalu...dan awal perubahan untuk impian yang telah menunggu...

Choleric Phase

Penulis Adalah Mahasiswa Ners Yang NATO “NOT AFRAID TALK OPTIMISTIC”

IKATLAH ILMU DENGAN PENA

Haha...kemaren gua cerita tentang Taare zamen par yang nyeritain tentang anak dislexia...sekarang lagi-lagi gua nyeritain kisah yang gag jauh-jauh dari itu...pilem Hollywood yang nyeritain tentang usaha gigih seorang ayah dengan autistic tendencies mental retardation...buat menangin anak perempuan satu-satunya di meja pengadilan...guilaaa BROOO...mengharukan banget tu ayah...ceritanya ni suatu ketika ada RETARD yang yah “begituan” ama cewek gag jelas..(he’s name SAM..Didiagnosis kena autisme tendencies mental retardation..umur perkembangannya setara sama anak usia 7 tahun...kerjaannya Cuma jadi waitress di star bucks cafe...coz Cuma itu aja skillnya...)

...namanya mental retardation...dia ya kagak paham sejatinya “beituan” sampe keluar anak...begitu anak keluar...si ibu keparat itu langsung ngilang...coz malu punya anak sama lelaki gelap yang kena mental retardation...keluguannya bikin sis sam tadi gag banyak pikir...kecuali ngebesarin anak perempuan yang dicintainya banget...waktu terus berganti sampe akhirnya si bayi perempuan tadi tumbuh dewasa...menginjak umurnya yang ke 8...pemerintah setempat maksa si anak perempuan tadi kudu segera pindah...pindah ke keluarga asuh yang “sehat”...coz umur perkembangan ayahnya kan maksimal Cuma 7 tahun...so, menginjak usia 8 tahun...pemerintah khawatir si anak bakal terlantar...coz si anak bakal lebih pintar dari ayahnya...ni ceritanya, anak perempuan tadi sehat dan bahkan bijaksana...pinter...dan pastinya...suayang banget ama bapaknya...pemikirannya juga lebih dewasa dibanding anak-anak seusianya...coz kebiasaan ngemong ayahnya...

Perjuangan mereka untuk tetap bersama bikin gua iba brooo...melaass...dari pilem ini gua belajar tentang kejujuran...dan kasih sayang tanpa alasan...ketololan ayahnya ini sangat menginspirasi...coz, ketotololannya ntu bikin dia gag mungkin bisa bohong...apa pun itu...dia Cuma bisa jujur...entah menguntungkan dia ato malah ngejauhin dia ama anaknya...ketololannya juga buat dia gag kenal istilah pesimistis...tahunya dia hanya “saya harus bersama lusy (anaknya)”...gag kenal istilah menyerah...hanya terus berjuang...luar biasa...

Dia melawan pemerintah dengan modal cinta...cinta dan kepolosannya...hingga akhirnya dia bertemu oengacara yang akhirnya luluh hatinya untuk menolongnya tanpa dibayar...padahal tu pengacara (cewek), pengacara andalan...alias high class...tapi punya kelemahan...pemarah...gag sabaran...pokoknya koleris banget...rumah tangganya berantakan...anaknya gag ada yang ngurus...gag ada waktu buat main-main sama anak...kerjanya Cuma kerja...so dia gag pernah dituru sama anak semata mayangnya...huff...kontras banget sama kehidupan Sam...ini yang buat si pengacara kemudian simpati ati bahkan have a crush sama si sam...
Kehidupan mereka seolah nyindir gua...gua yang Cuma peduli sama apa itu pembuktian diri...sibuk dengan pencapaian dan pembuktian...sibuk menunjukkan “ini lo saya!!...berdiri dan merintis semuanya sendiri...i dont get any help from my parents just because i want to”..gag banyak menyentuh sisi-sisi kemanusiaan dan hubungan personal kalau itu gag menunjang pencapaian dan impian gua...

SAM kepolosan tokoh ini bikin gua iri...cintanya yang melimpah tanpa keraguan...pengorbanannya yang besar tanpa penyesalan...dan kejujurannya yang tanpa pertimbangan...hufff...

i wanna be the best daddy ever...for my child...for my wife...for my parents as well...how can i???TELL ME what to do!!!!!!!!!!!and teach me...assisst me!!!!

MELANKOLIS PHASE IKATLAH MAKNA DENGAN CERITA
Pagi ini hape terus berbunyi…ting tung khas hape nokia jadul…menandakan masuknya sms sms dari handai taulan…berbeda dari minggu-minggu sebelumnya yang selalu didominasi kata awal JARKOM!! Atau bulan bulan sebelumnya yang selalu didominasi kata awal ASLMKM MENGUNDANG ANDA BLA BLA yang ujung-ujungnya RAPAT!!...

Kali ini kata awalnya bermacam-macam…kata itu adalah kata-kata mutiara, biasa kami kenal dengan sebutan TAUSIAH…

Saya memiliki kebiasaan geje…Kebiasaan geje itu salah satunya adalah suka mengkoleksi kata-kata inspiratif dalam inbox….akhirnya inbox penuh kata-kata tausiah dan menjadi factor presipitasi hape menjadi HENG alias LEMOT!!

Sehingga terpikir ide untuk menumpahkan kata-kata inspiratif dan kontemplatif itu di blog ini saja…

Sms-sms -- inbox -- ILYAS FARMASI…

Abu ‘AmrSufyan bin Abdillahberkata :” aku bertanya kepada Rosullulloh ”Yaa Rosullulloh, sampaikanlah kepadaku satu perkataan yang aku tidak akan bertanya lagi setelahnya kepada selainmu..”

Rosullulloh menjawab “ Katakanlah aku beriman kepada Allah kemudian istiqomahlah.” (HR. Muslim)

Saat saya mendapat sms ini…ada sedikit rasa tertampar di wajah saya…kemudian pertanyaan mulai muncul dalam kepala saya…apakah resolusi pemikiran saya semakin membuat saya dekat atau malah membuat saya sesat (alias tidak istiqomah terhadap resolusi sebelumnya)…gamang…

Sms-sms – inbox – PD LINDA…

“Man lam yasykurinnaas lam yasykurillah”

Barang siapa yang tidak mau berterima kasih kepada manusia (atas bantuannya), berarti ia tidak bersyukur kepada Allah SWT.

Mengapa demikian??Karena hakekat Allah menolong hambaNya dalam suatu masalah adalah dengan melalui perantara apa pun, yang salah satunya adalah melalui orang lain.

Saat saya membaca sms ini…saya jadi berpikir…apakah selama ini saya tidak tulus dalam berterima kasih terhadap teman-teman yang senantiasa menolong saya??dan tertegun sejenak…karena ternyata saya sudah terlalu sering meminta tolong kepada orang lain…khususnya para sahabat dan teman-teman saya di kelas…dan rasa malu pun membakar wajah dan hati saya…sejak kapan saya jadi terlalu manja dan bergantung pada orang lain…sedih…

Sms-sms – inbox – PD LINDA…

“Without ukhuwah, Days are SAD DAY, MOAN DAY, TEARS DAY, WASTE DAY, THIRST DAY, FIGHT DAY, SHATTER DAY…so Keep our UKHUWAH every time…”

Sms ini sangat UNIK…dan menggugah…benar!!saya sadari bahwa life without beneficial to others is imperfect…hidup memang selalu membutuhkan kehadiran orang lain…bahkan ketika kita ingin memberikan cinta dan kasih sayang..we need others untuk menerima…

Sms-sms – inbox – ILYAS FARMASI…

“ Barang siapa menjadikan akhirat sebagai tujuannya, maka Allah akan menjadikan kekayaan dalam hatinya. Allah akan memudahkan urusannya dan dunia akan mendatangnya dalam keadaan tunduk dan hina…Barang siapa menjadikan dunia sebagai tujuannya, niscaya Allah akan menjadikan kemiskinan terpampang di hadapan matanya, Allah akan jadikan urusannya berantakan. Dan ia tidak memperoleh dunia kecuali apa-apa yang telah ditetapkan baginya” (HR. Tirmidzi)

Hadis ini cukup membuat saya shock!!meski sebelumnya saya telah mendengar hadis ini…sms ini seolah menampar ke alpha an saya…saya jadi terus kepikiran…apakah kekalahan-kekalahan dan kegagalan kegagalan pada tahun-tahun belakangan ini terjadi karena niat saya yang telah keliru…apakah karena orientasi saya yang telah berubah tanpa saya sadari…ataukah semua kegagalan itu hanya sebuah ujian Karena saya tidak melakukan penyimpangan…keraguan ini cukup lama…hingga akhirnya saya membaca tulisan Salim A. Fillah yang membuat saya yakin kembali…

Sms-sms – inbox – SHAMUN ARGA…

“1 pelajaran dari SEMUT :seberapa banyak kesibukannya, mereka selalu berhenti untuk menyapa sahabat-sahabat yang mereka sayangi. Dan 1 hal yang ingin kubuat adalah berhenti sebentar dari kesibukanku dan menyapa saudaraku ini lewat sms…”

Sms ini sangat indah…ya…kehidupan yang penuh tuntutan dan impian yang terlampau melangit sering kali membuat perhatian kita teralih dari kondisi relevan saat ini…melupakan bahwa kita membutuhkan orang lain dan dibutuhkan orang lain…melupakan mereka sama saja dengan melukai diri sendiri sebab fitrahnya…separuh tubuh kita adalah makhuk social…

Sms-sms – inbox – PD LINDA…

“Learn from yesterday…Live for today…hope for tomorrow…the important thing is not stop questioning…” Albert Einstein

Sms ini saya terima…pas…ketika saya merasa ragu terhadap masa depan saya…terlampau banyak menyesali waktu yang terbuang saat-saat lalu…dan cukup depresi karenanya…live for today…memang itu yang harus kita lakukan…subuhnya hari ini akan berbeda dengan subuhnya esok hari…maka setiap hari adalah unik…so don’t miss it anymore…

Sms-sms – inbox – PD LINDA…

“Esok, kini dan yang akan datang adalah tentang HARAPAN…Esok, Kini dan yang akan datang adalah tentang PERBAIKAN…Esok, Kini dan yang akan datang adalah tentang PERUBAHAN…

Anyone…who has never make mistake has never tried a anything new” (Albert Einstein)

Sms ini adalah yang paling saya suka…sebab dalam perjalanan hidup saya…sering kali saya tak akan mempercayai realita yang ada…dan berkutat pada idealita dir isaya…untuk itu saya selalu bergerak menantang arus demi membuktikan pemikiran saya…kadang berbuah manis namun sering berbuah penolakan…dan yang terpenting adalah ketika niat telah melenceng saya tak tahu apakah melawan arus yang saya lakukan itu hal benar atau salah…hingga akhirnya saya sadar beberapa hal yang saya lakukan tidak semuanya benar…dan saya telah membuat kesalahan dengan menyisakan luka di hati orang-orang sekitar saya…melupakan kesabarannya menghadapi pemikiran saya yang terus menerus melawan arus…entah benar entah salah…

Sms-sms – inbox – PD LINDA…

Rasullullah SAW bersabda“ Barang siapa yang mengajak pada kebaikan, akan memperoleh pahala atas perbuatan baiknya itu serta pahala orang yang mengikuti & melaksanakan kebaikan tanpa dikurangi sedikit pun. Sebaliknya, siapa-siapa yang mengajak pada kesesatan dan kemunkaran, ia akan mendapat dosa sebagai balasan atas perbuatannya sendiri ditambah dosa sebanyak dosa orang yang mengikutinya tanpa dikurangi sedikit pun” (HR. ABU DAUD & AT TIRMIDZI)

Sms ini cukup menyemangati saya untuk tetap menulis kebenaran yang harus saya tulis…meskipun seringkali saya belum 100 % bias menjalankan pemikiran yang saya tulis…namun saya memiliki usaha 100 % untuk benar-benar bias menjalankannya…kritikan banyak muncul karena tulisan saya dianggap omong doank…padahal di belakang layar saya terus berusaha mencapai idealita sebagaimana tulisan saya…ini kadang membuat saya sedih…terimakasih kawan..

(NAMA PENGIRIM SENGAJA DITULISKAN UNTUK MENGHORMATI KEBAIKAN HATI MEREKA YANG PEDULI…SEMOGA ALLAH MENJADIKAN ANDA SEMUA SEBAIK SMS ANDA KEPADA SAYA…)

Melancholic Phase

Penulis adalah mahasiswa NERS UB yang NATO “Not Afraid Talk Optimistic”

IKATLAH ILMU DENGAN PENA