Di tengah sibuknya berjibaku di RSSA...tapi gag enak kalu gag ngisi Blog yang telah berpuluh tahun lamanya ditinggalkan...hoho...ni gua punya cerita yahg gua dapet dari sebuah buku yang uniknya ANONIM!!...baru tau gua kalu ada buku anonim diterbitin...ckckc...tapi isinya bagus kok...salah satunya ini ni...BAKING A CAKE...Check it out!!

--------------------------------------------------------------------

Seorang anak kecil mengadu kepada neneknya tentang kejadian tidak menyenangkan yang ia alami, masalah keluarga, kesehatan dan lain-lain sementara neneknya membuat kue...

Neneknya lalu bertanya kepada cucunya apakah ia mau snack. Tentu saja cucunya mengiyakan.

“Mau minum minyak ini?” tanya neneknya.

“Hiii...,” kata si anak

Bagaimana kalu telur mentah?mau?”

“jijik nek!!”

“mungkin kamu mau tepung?atau soda kue?”

“Nek semua itu menjijikkan!!”

Neneknya lalu menjelaskan, “Semua itu tampak tidak enak tapi bila dicampur dengan cara yang benar akan menjadi kue yang lezat. Begitu pula cara kerja Tuhan. Seringkali kita bertanya-tanya mengapa tuhan membiarkan kita melewati masa-masa yang tidak menyenangkan dan sulit. Tapi Dia tahu bahwa apabila semua kejadian itu diletakkan menurut susunanNya pasti hasilnya akan baik. Kita harus menaruh kepercayaan kepadaNya. Bahwa semua ketidaknyamanan itu akhirnya akan menjadi sesuatu yang sangat baik.”

Mempengaruhi orang lain...yups.. belajar mempengaruhi orang lain emang yang paling tepat dari ahlinya langsung...seperti dale carnegie...soekarno...ahmad dinejad ato the fuhler alias Hitler...

Terlepas dari pendapat orang-orang besar diatas yang terangkum dalam literatur2...

Gua juga punya nih...rangkuman dari perjalanan gua selama 3 tahun jadi siswa di sma and 4 tahun jadi mahasiswa...hehe...versi gua sendiri se...percaya gag percaya...yang jelas gua juga baca kok tulisan2 beliau beliau diatas...Cuma ni gua alamin sendiri...gua pelajarin sendiri...gag cuman otak gua yang belajar layaknya baca buku ato pelatihan...tapi badan gua, harga diri gua, mental gua...ato lebaynya hati gua yang seringkali melow ini juga ikut belajar darinya...

Nah...mempengaruhi orang lain, ternyata gag kudu melulu dengan bicara!!!gag melulu kudu ngotot berlogika ato berkata-kata indah nan bijaksana...

I’ve tried all those thing...sangat efektif??yah saangaat efektif...ditunjang skill dalam komunikasi publik, keluasan wawasan dan pengetahuan...penggunaan logat dan bahasa yang dianggep ngetrend saat itu...suara dan nada yang merdu dan kadang membahana....plus body language dan tatapan mata yang dahsyat...sering juga dibumbui untaian kata mutiara di sela-sela pemaparannya...disampaikan dengan penuh semangat, yakin dan percaya diri...

...BOOM...

biasanya audience hanya bisa diam menyimak untaian pemikiran kita yang disampaikan dalam nada2 yang tegas dan luar biasa...efeknya bisa dirasakan...seringkali mereka diam memikirkan...kadang kala langsung disambut applause meriah...

TAPI...

Itu hanya berlaku pada orang-orang yang belum mengenal kita sebenarnya...hanya berlaku pada kebanyakan orang baru yang tahunya kita adalah orang yang luar biasa dan layak dipercaya...di panggung seminar kita sudah dikondisikan bahwa kita adalah rajanya...tanpa melakukan apa-apa kita telah mendapat trust dari pendengar...tinggal kita menampilkan kemampuan komunikasi dan logika matematika kita...

Saat bertemu di lingkungan biasa??akan berbeda...seringkali kemampuan komunikasi aktif masih sangat amat berguna untuk meyakinkan orang, tapi sementara...meyakinkan orang yang memang terkesan dengan pemikiran kita...khususnya orang yang memang bukanlah tipe pembicara...bicaralah dengan aktif...pakai seluruh logika dan jawablah keraguannya dengan argumentasi yang tangguh...maka mereka adalah milik kita...

NAH...yang jadi masalah...

Seberapa banyak kebutuhan kita meyakinkan orang yang tidak kita kenal ketimbang meyakinkan orang-orang terdekat kita terhadap pemikiran kita yang baru dan sedikit di luar kotak???

YAP!!lebih banyak kebutuhan kita untuk meyakinkan orang-orang yang kita kenal ketimbang yang tidak...

Disinilah kesulitannya...mempengaruhi orang yang tidak kita kenal akan lebih mudah karena mereka secara natural hanya menuntut kelogisan pemikiran dan kejelasan penyampaian sehingga mereka bisa menelannya...

Berbeda ketika orang yang ingin kita pengaruhi itu benar2 tahu siapa sebenarnya kita...kata mutiara...pribahasa...logika ato sekedar argumentasi logis saja tak lagi mudak diterima...ada sebuah untrust disana...ketika kita mengatakan betapa pentingnya membaca, kita sampaikan dengan penuh semangat...disertai informasi unik dan kata2 bijak serta logika2 pun...mereka mungkin hanya tersenyum saja...bisa jadi dalam hati mereka, mereka berkata “lha kamu sendiri saja baca buku, bukunya itu2 saja...kamu sendiri banyak baca buku tapi IPK mu segitu segitu saja...”

Lihat...ada barrier yang membuat logika jadi tertolak...kebenaran nasehat dari pendahulu yang kita kutip jadi lewat belaka...UNTRUST!!

Mempangaruhi orang lain yang kita kenal jauh lebih sulit...khususnya bila attitude kita kurang begitu mereka pahami...sehingga mereka tidak menyukainya...apa kita kudu terbuka sebuka buka nya agar mereka mengerti kita dulu sehingga mereka mau menyukai attitude kita baru kemudian kita ambil kesempatan ini untuk mendapatkan trust mereka???

Gua saranin...DONT!!...

I’ve tried that also!!lo akan terjebak dalam pusaran “membebek apa maunya mereka..” ketika loe sadar...loe dah gag tangguh lagi megang prinsip perubahan loe...loe udah jadi lemah seperti lingkungan yang pengen loe rubah...and parahnya loe jadi kehilangan jati diri eloe..tersesat pada penyesalan yang “maju salah, mundur juga salah”...akhirnya eloe ditinggalin ama sedikit orang yang dulunya kekeuh megang trust ke eloe...setia ke pemikiran eloe...meski sedikit...mereka bakal melihat loe lemah...mencla mencle coz kebawa arus lingkungan...berubah hanya karena ga suka orang lain gag suka ama eloe...

Cara yang lebih jitu adalah...pengaruhilah orang dengan DIAM!!

HA??yaps...diam...diam dan tidak melakukan apa apa adalah suatu hal yang berbeda...be still and do nothing is different matter...belajarlah diam...belajarlah komunikasi pasif yang baik...yaitu dengan mendengar...karena kesuksesan komunikasi itu ternyata ditentukan dari seberapa sering dia memonopoli pembicaraan...terlalu memonopoli adalah komunikasi yang gagal...loe Cuma ngomong...loe gag tau kan dia paham apa gag...setuju apa ga...ndengerin ato pura pura...gag ada sharing info...adanya ceramah interpersonal...dan topikny adalah “ELOE!!”...DISGUSTING KAGAG??

Diam...senyum...dan mendengar...sangat powerfull...setiap orang emang pasti pengen dimengerti, pengen dihormati dan dihargai...tapi gag semua orang mau mengerti orang lain ato sekedar mendengar orang lain...jadilah yang unik itu...gua sendiri lagi berjuang broo...gag GAMPANG!!dan gua udah jatuh bangun nemukan gimana caranya memanipulasi orang lain...trik dalam berpolitik gua pas masih senat kagag ada efeknya...mempengaruhi orang lain yang kita kenal menurut gua, emang seh masih tetep diusahakan membuka diri...tapi bukan tentang bicara ke AKU an...dan buka diri dengan hati hati...kalu sedikit dah kepancing...ngapain banyak2??sisakan rahasia sebanyak mungkin...coz dengan kemisteriusan eloe...presepsi mereka akan juga samar tentang eloe...alhasil yang baik2 aja yang nampak...yang buruk??ngapain di pamerin??merbaiki sesuatu emang kudu dipamer2in??

Ketika trust itu sudah menguat..bahkan perilaku eloe yang nampak akan semakinmenguatkan trustnya...jaga sikap...bicara seperlunya...preofesional dalam bocara aktif....profesional dalam mendengar...lihat2 setting situasinya...okay...see you on the next tip...

Terinspirasi dari sebuah film buatan korea berjudul “the way home”…sebuah film yang dibuat untuk para nenek sedunia…bikin gua menyadari arti sebuah keindahan sikap sabar…

Ya benar…sikap sabar…bukan teori ato arti sabar…

Kesabaran yang dipraktikkan si nenek benar-benar tanpa kata…tanpa argumentasi dan seolah tidak logis…karena tanpa batas…

Seolah tanpa emosi…sang nenek bisu nan telah tua renta tetap melayani dengan tulus anak kecil nakal didepannya…tanpa membutuhkan argumentasi intrapersonal untuk tetap melakukan kebaikan pada si anak…

Sekilas mungkin kita berharap menemukan orang luar biasa seperti itu…seseorang yang hatinya selapang samudra…dan perasaannya selalu positif seolah tak pernah kenal cara menegatifkan pikiran…

Sebuah sikap yang tak ragu untuk mengorbankan diri bagi kebaikan orang lain…sikap SABAR TANPA PENILAIAN!!!Kesabaran yang tidak ditahan, kesabaran yang tidak melahirkan kata “lelah” dan pandangan “suudzon”…

Kesabaran yang diam…Kesabaran tanpa senyum…tanpa dendam…tanpa penilaian…TANPA KONFLIK INTRAPERSONAL…

…HANYA KESABARAN…

Sebuah keindahan yang tak terlukiskan…

….SEMAKIN INDAH KARENA HANYALAH KEBAIKAN TINDAKAN DALAM DIAM…

Semua hal akan menjadi indah ketika kebaikan dilakukan dengan tindakan tanpa banyak pikiran…kebimbangan…pertimbangan…dan keraguan…”TINDAKAN” bukan “kata” yang membuat hati terdalam menangis dan mengakui kebenaran…

MELANCHOLIC PHASE

IKATLAH MAKNA DENGAN CERITA

Menjadi berbeda tidak pernah mudah...

Banyak yang tidak suka terhadap kita karena kita dianggap sebagai musuh mereka...

... ... ...

Tapi kita harus hadapi...

Sebagian orang sangat membenci kita karena kita berbeda...

... ... ...

Dianggap tidak punya cita-cita yang sama...

Bahkan dianggap sebagai penghalang...HHHhhh...

Lebih Baik diterima sebagai diri sendiri...daripada sebagai orang lain...

... ... ...

Loe gag bisa paksa semua orang suka sama eloe...biarin aja mereka...tapi yakinlah di luar sana...

Banyak yang bisa nerima and ngehargain eloe...

.... .... ....

...KARENA MENJADI BEDA...

...ADALAH ISTIMEWA...

... ... ...

INI JALAN YANG GUA PILIH...GIMANA JALAN LOE??

(dikutip dari video amatir iklan levi’s...JOKO ANWAR)

Koleris PHASE

IKATLAH MAKNA DENGAN CERITA


Menjadi berbeda...merupakan sebuah insting natural manusia...menjadi berbeda...mungkin sudah menjadi sebuah tuntutan tak terdeteksi akan hasrat manusia untuk diakui keberadaanya...menjadi berbeda...bisa menjadi jalan pintas setiap pribadi untuk memenuhi kebutuhan dasar tingkat akhir yang selalu ada...kebutuhan akan sebuah eksistensi dan pengakuan dari sosial masyarakat di zamannya...

Menjadi berbeda adalah...

...NYATA...

Gua...termasuk salah satu makhluk Allah yang haus akan kebutuhan level akhir ntu...dan emang bukan Cuma gua yang berjibaku dalam masalah ini...everybody does...

Be different...seringkali dekat dengan persepsi anak yang idealis...anak yang berdarah rebellion...menolak stabilitas dan tatanan sosial masyarakat yang ada...hidup dengan prinsip...SAYA...AKU...dan CARA SAYA...MY OWN WAY...

Banyak kasus nunjukin kalu anak yang berbeda selalu ter-expelled dari komunitas masyarakatnya...terdepak karena bakat-bakatnya...tepatnya...terasingkan...karena cara dan pemikirannya yang berbeda...pencapaiannya menggunakan cara yang cukup uncomfort menurut orang lain...Menantang kebijakan dan pendapat para tetua di sekitarnya...thats becoz he is different...he can’t use the common way like others...it is just about the way to optimalize the potential they have...not only rebellion in order to defend his ego...

Gua??ever done the same...doing all of thing just becoz i dont like the way people wanted...coz i am not taking order from others...even from my lecture...my parents...my mentor...they just can make me want to do...i wont let them make me do something by they orders...i just do everything i want...with my own way...and YOU...don talk too much...just sit still and watch the result...

Thats just an ego...i realized it...a couple months ago...gag ada salahnya taat ama peraturan yang emang dibuat supaya aman buat kita...and baek buat orang lain...ITU...baek buat orang lain...if you cannot give a benefit to other...then just dont do it something careless to your self which lead you make someone else in a danger...or simply make others feel a shame...just stop doing that...your life is yours...but your attitude isn’t merely yours...(think about it)

Menjadi berbeda bukan berarti menjadi TIDAK BERETIKA dan SEENAKNYA...menjadi berbeda bukan berarti membesarkan ego dan PRIDE saja...growing up your HONOUR!!sebuah kata yang melambangkan harga diri...kehormatan...dan jaminan kualitas pribadi manusia...HONOUR instead of just PRIDE that resemble an only ego...

WE ARE WE...and we do something with our own way...

it is my LIFE...not YOURS...why do i have to listen your comment that even make me down...

YUPS...PERTAMAX...gua suka jargon pemikiran diatas...gua pake pemikiran ntu ampe sekarang...dan...saat ini jargon gua lebih PERTAMAX...

Me is me...i do something like i want...but it is still halal...benefisial...

...AND...

WISE IN ETIQUE...

Melakukan sesuatu yang berbeda dan luar biasa...apa salahnya kita sertakan etika dan kebijaksanaan...Rosulluloh itu berbeda bukan??tapi etikanya??ma'sum alias dijaga dari dosa brooo...so etikanya??

katakan hitam itu hitam...putih itu putih...DENGAN CARA YANG BENAR...AND YOU’LL ALWAYS BE THE WINNER...

MELANKOLIS PHASE

IKATLAH MAKNA DENGAN CERITA

Keringat sebesar biji jagung menetes netes dari pelipis seorang laki laki separuh baya pagi ini...setengah berlari sepedah setinggi anak-anak berwarna hitam pudar itu berdenyit denyit mengimbangi semangat sang pria berkaca mata ala harry potter itu...Bang Jo...begitu kami memanggilnya...seorang mahasiswa akhir yang sedari semester awal telah memilih untuk bekerja membanting semua tulang dalam tubuhnya sebagai seorang guru les privat di kota malang...

Badannya tidak tinggi, namun juga tidak pendek...wajahnya lucu...sepintas orang akan menduganya seperti Nobita dalam film kartun doraemon...haha...just kidding...rambutnya yang pendek setengah gundul bertebaran warna putih putih meski umurnya masih baru kepala 2...

Bang Jo, hampir setiap hari mengayuh sepedahnya untuk mendatangi rumah anak-anak yang haus akan ilmu...khususnya matematika!!pada Bang Jo lah sepertinya Allah menitipkan pertolongan untuk anak anak yang haus ilmu dan nilai ini...

Bang Jo...terlahir dari keluarga yang cukup namun terbilang susah jika harus menanggung kewajiban menyekolahkan anak-anaknya hingga Sarjanah...selepas SMA Bang Jo melawan peraturan dasar di rumahnya untuk tetap kuliah meski ibu bapaknya tak mampu lagi untuk membiayai kuliahnya...dari kecil dia ingin menjadi seorang guru matematika...oleh karena itu dia putuskan untuk mengambil jurusan matematika di sebuah universitas swasta yang biayanya tidak semahal di universitas-universitas lainnya...uang masuk, makan dan sebagainya dia tanggung sendiri...sudah menjadi kebiasaannya sejak SMA untuk mandiri...karena sehari-harinya dia tinggal dengan neneknya...

Les privat menjadi pekerjaan sehari-harinya...berbeda dengan mahasiswa tidak mampu pada umunya yang mengandalkan pada prestasi dan IPK untuk menggaet beasiswa sebanyak mungkin...bang Jo memilih jalan lain...keputusannya untuk mengambil universitas kecil berdampak pada sedikitnya beasiswa yang ditawarkan...Bang Jo memilih untuk bekerja demi makan, sekolah dan bertahan...teman yang selalu setia menemani idealismenya ini adalah sebuah sepedah tua warna hitam pudar...kemana pun dia pergi...sepedah ini selalu menemaninya...pernah suatu ketika bang jo juga melakukan perjalanan ke luar kota dengan sepedah ini...LUAR BIASA!!KELUAR KOTA BUNG!!

Pagi, sore dan malam Bang Jo selalu ngelesi ngelesi dan ngelesi...suatu malam, saat ditanya kenapa “sampean” gag sibuk mencari beasiswa saja...dengan enteng beliau menjawab...”masalah mengajar itu bukan Cuma masalah uang...ada suatu kepuasaan saat berhasil menyampaikan ilmu kebanggaan saya...MATEMATIKA...dan ada gereget dalam hidup ketika saya harus menghadapi karakter murid murid yang tak pernah sama...”

Bang Jo, kesimpelan dalam berpikirannya seringkali membuat saya iri...butuh uang, yaa ngajar...tempat jauh di kabupaten nggak ada motor...yaa “mancal” sepedah jauh lebih awal...uang nipis...yaa puasa senin kemis...murid nakal...yaa hanya butuh diperhatikan...murid nilainya buruk terus terusan padahal sudah diajar berkali-kali...yaa tinggal ditambah jam lesnya...kalu gag mampu bayar??yaa digratiskan...yang penting janji belajar lebih giat..beres kan??

Di saat teman-teman seangkatannya sibuk ber”pacaran”...dia sibuk mengajar...saat sahabatnya sibuk ber”aktifis”...dia sibuk mengajar...saat adik-adik alumninya sibuk “menulis”...dia sibuk mengajar...saat mantan anak-anak didiknya sibuk mengejar S2...dia sibuk mengajar...saat adik-adik bimbingannya sibuk ber”entrepreuner”...dia juga sibuk mengajar...

Seolah mengajar telah menjadi bagian dari detak jantungnya...MATEMATIKA...sepertinya telah mengakar dalam karakternya...

Bermodal sepedah...berbagai medan dia tempuh...tanpa keluhan...tanpa banyak menanyakan pada dunia “why...nazee???”...tanpa takut “ketinggalan kereta”...bahkan ikut bangga saat mantan anak-anak didikannya tumbuh jauh lebih cepat nasibnya...Bang Jo...Inspirasi hidup akan sebuah indahnya kekonsistenan idealisme...Semoga Zat Yang Maha Kaya menghadiahinya segala kebaikan lebih indah dari kesenangan masa muda yang telah dia habiskan dengan mengajarkan MATEMATIKA...

Ikatlah Makna Dengan Cerita

Melancholic Phase


Halo...nama gua mimpi...setidaknya gitu para makhluk berwujud manggil gua...gua selalu ada dalam hati manusia...niat gua baek...gua bukan parasit ato momok...yang sama2 susah diliatnye...tapi seringkali gua heran...meski, keberadaan gua di hati manusia ntu baek...ngebantu manusia jauh lebih asoi...ehh...mengapa oh mengapa...seringkali gua kagag dikasih tempat...boro-boro dikasih “makan”...”ruangan” yang seharusnya gede buat gua, dikecilin ampe-ampe gua kagag bisa napas...emang seh gag semua manusia kek begono...tapi tapi tapi...yah begono lah..lho??geje ya..

Selidik demi selidik...gua nemu kenapa gua diperlakukan macam anak tiri gini...denger-denger dari si “realistis”, realistis bilang “kalu jadi orang...jangan kebanyakan liat atas...ngalir aja, go with the flow broo...nyadarin kemampuan diri itu penting, kemauan boleh melangit...tapi kemampuan??sadar diri sejak dini ntu penting...supaya kita gag kecewa ato malah bunuh diri kalu kagag kesampaian...”

“OOO...angguk angguk...bisa disimpulkan...berarti orang nggembel harus jadi nggembel terus ya aturannya??orang nggembel kan lemah...kemauannya ya harus ngikut rendah...biar gag kecewa ato bunuh diri lek gag kesampaian...” tanggap gua

Hmm...logika yang aneh...perasaan mereka itu sama-sama punya Tuhan kayak gua kan...kalu masalah kemampuan...saudara gua yang “host”nya udah tua kok pernah bilang gini ya...

“Tidak ada kemauan yang lebih tinggi dari kemampuan...dengan catatan BESOK...yang ada itu kemauan lebih tinggi dari kemampuan...SEKARANG...kemampuan itu tumbuh...jadi yang diutak utik ya kemampuannya, gimana kemampuan itu berkembang secepat-cepatnya...jangan “gua”nya yang diutak utik... Namanya “gua” itu ya keliatan gag realistis (kalu gag diperjuangkan)...kalu keliatan realistis bukan gua...tapi “mas” rencana... YA EMANG manusia tu lemah pol polan...nggembel... no offense!! (namanya aja hamba alias budaakkk)...tapi bukan berarti “gua”nya ntu juga harus digembelin...ada Allah reekk yang maha kuat...gua ini 100%...kemampuan manusia ntu cuman bisa nyusun badan gua gag lebih dari 50-70% sisanya ya subsidi langsung dari Tuhan ua lah...tapi kalu gua di pressing kek gini ya mereka bisa 90% menyusun gua...tapi ntu kan karena guanya kerdil...gag perlu lah Tuhan gua yang MAHA hebat ntu ikutan nimbrung banyak-banyak di badan gua yang kerdil...lebih hebat mereka yang failed di target impian yang melangit dari pada berhasil di target impian yang merumput...merasa hebat dan besar lupa dia hanya setinggi rumput jepang...”...itulah mengapa saudara gua disana semakin “gembul” alias “buli”...lha “host”nya mesti ngesupply “vitamin” terus ama dia...ruangannya pun gede bak raksasa...meski saudara gua ntu tinggal se “ruangan” ama pak “gagal” tapi dia nyaman-nyaman aja...beda ama gua...gua gag sekamar ama “pak gagal”...coz dah gag mungkin cukup ruangannya...gua jarang ketemuan ama pak gagal coz host gua gag suka...pak gagal dikunci di ruangan tersendiri...bareng ama pak sukses...kan mereka soul mates...kalu ada pak gagal ya pasti disitu ada pak sukses...Hhhh...andai host gua lebih percaya ama Tuhan gua...and ngebebasin pak gagal...